Rabu, 19 Oktober 2011

TITIK TERANG


Malam hari telah kembali lagi

Tapi masih saja aku duduk dalam kamar ini

Sendiri tanpa teman di sisi

Coba bertanya pada langit yang tak biru lagi

Dimana bintang jatuh

Aku penuh keluh dan bisa mengeluh

Apakah ku perlu menyuruh mu meninjuku

Hingga ku mati terbunuh

Masikah aku harus terus berusaha

Membuka mata agar bias terus terjaga

Atau ssekarang aku harus berputus asa

Karna satu pinta lagi yang tersisa

Oh tuhan beri aku harapan

Tunjukan satu jalan agar aku bias bertahan

Melawan sakit yang telah lama aku simpan

Atau kau anggap aku ini seorang pembangkang

Ku yakin ku akan mati

Tapi tak saat ini

Oh tuhan jangan pergi

Sudikah kau beri ampun tuk diriku ini

Hari ini telah berganti

Dan lagi-lagi dosaku bertambah tinggi

Hitamnya langit tak menjawab pertanyaanku

Dan tetes hujan tak mampu sembuhkan lukaku

Ampuni aku tuhan,harusnya aku malu padamu

Ku lupa cara berdo’a tapi tak lupa selalu meminta

Tolong aku tuhan ku semakin terpendam

Dalam setiap omongan orang

Jangan biarkan aku tenggelam

Hanyut terbawa kelam dan masuk semakin dalam

Dapatkah aku temukan satu titik terang walau jauh di sana

Akan aku berikan semua yang ku punya untuk kembali padamu

Maafkan ku telah terhanyut dalam dosa

Dekati neraka jauhi surga

Kulihat harapanku semakin sirna

Tuk jadi manusia yang lebih dewasa

Ku benci-kubenci diriku sendiri

Ingin kutembaki kepalaku ini

Mungkinkah jalan terbaek adalah mati

Tapi tak untuk saat ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar