Jumat, 24 Agustus 2012

Pesankan Aku Satu Ruang Di Neraka

Sebuah kisah yang disampaikan seorang sahabat di milis, semoga dapat memberi pencerahan :

Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat.
Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya…

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.


Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus.
Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat.
Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.
Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.

"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!
Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun.
Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. "Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang. Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya…. Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat… Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…

Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah… Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin dekat. Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar… Mumpung kesempatan itu masih ada.



Anda mendapat 1 Pesan

Senin, 20 Agustus 2012

Sebuah Renungan

Tubuh penuh dosa___
fikiran penuh amara____
hati penuh dendam____
dinding penuh coretan____
serbuk haram berenang____
jarum suntik menancap di lengan___
seddih___
rapuh___
hampa___
ketika semua terlihat saat mata terpejam___
dimanakah sang cahaya___
nurani yg menggema di jiwa___
kata-kata indah penuh makna___
lorong itu masih hitam dan gelap___
bahkan dinding''nya rawan runtuh___
lantainya sudah tak mungkin mampu untuk di injak___
bau pengap___
sesekali terdengar suara tetesan air___
tenang ketika menikmatinya___
senang ketika membayangkan itu adalah air mata malaikat yang menangis untukku___
malaikat yg terus menemani hari kosongku___
ku kejar dia___
ku raih sutranya___
ku peluk tubuh indahnya___
tapi dia pergi___
ketika ku kejar dia semakin menghindar___
ketika aku diam dia tersenyum dan berpaling___
apa yg harus aku lakukan___
sementara ratusan setan mencoba menguncang keyakinannya___
mereka berusaha menghancurkan hatinya___
mempermainkan kehidupannya___
dengan rayuan dan permainan dan sandiwara___
aaakkhhh___
INILAH KARUNIA TUHAN YANG MENGUJI KEKUATANKU

Kamis, 02 Agustus 2012

=>W<=

Aku bertutur kedalam hati____
senja Hari ini adalah hari Baru____
seutas harapan secepatnya di buang____
setitik kenangan secepatnya di ikat dan di simpan dalam peti____
menyalakan kembali sebuah lilin kehidupan Sastrayat____
Meneroboz gelap walau sendirian___
aku tersadar-___
hidup ini memang hanyalah permainan___
dan kita harus berjuang memainkan dunia____
dunia ini kejam kawand____
kalian akan menderita kalo kalian gak bisa mengalahkan dunia____