Sabtu, 30 Juni 2012

dia menyebut dirinya durga


Jiwa kerontang

Menumpuk cerca

Tebar benih jijik cinta

Isi tempayan hati nan retak......


Sepenuh apapun terisi

Takkan penuh lempuyang nadi

Rembesan yg menderak

Sengaja tak diperbaiki....


pecahkan saja tempayanmu

Biar gaduh

Riuh

Lengkingkan tari kematian

Setan durga merobek angkasa.....


Aku adalah aku

Bukan kamu

Ataupun kesumat pilu....


Kuturuti ronggeng nestapa

Kurasuki reog angkara...

Biarkan begitu...


karna durga kini nama tengahku.....!!

sepengal nada kematian

tanah yang damai kini hancur
oleh nada nyanyian kematian
wajah-wajah murung sang penghuni
lapisi lumuran darah sesal

kehancuran di pelupuk mata
diatas tanah terbungkus nista
hancurkan dinding suci yang tersisa
sertai jerit jiwa yang bimbang

dunia gelap terasa dingin
saksikan ajal yang sia-sia
mungkinkah tuhan telah murka
saksikan jiwa terbungkus dosa

ditanah kebencian ini
ditutupi wajah gelisah ini
aku hancurkan semua harapan
terkukung tak bertepi

ditanah kebencian ini
hanyalah ada kesombongan diri
akhiri semua mimpi
yang terlahir sebagai hiasan

mungkinkah ini akhir dari waktu kita sebagai manusia
atau para iblis sedang berpesta didalam keangkuhan jiwa
menghiasi ruang hati manusia yang sudah terlalu menyempit
menutup cahaya mentari
yang mungkin tak pernah bersinar
tak pernah bersinar

aku berdiri ditanah yang penuh darah
mendengar jeritan arwah-arwah
yang tak tahu harus pergi kemana
mencari tempat yang tak pernah ada

#sepengal nada kematian


Jumat, 29 Juni 2012

=>@<=

Aku Terlahir___
Dalam Gelap Dunia__
Aku Terkapar__
Dalam Relang Nista___
Bayang-Bayang Dirinya___
Datang Menghampiriku__
Aku Terjebak___
Dalam Gurun Yang Luas___
Aku Terjerat___
Dalam Lingkar Duka___
Bayang-Bayang Dirinya___
Datang Menghampiriku___
Aku Tahu Semua Kan Terjadi___
Semua Kepedihan Yang Aku Lalui___
Aku Tahu Semua Kan Kembali___
Semua Kehidupan Yang Telah Terjalani___
Menikmati Hidup Yang Terakhir Dan Akan Membelit Dari Semangatku____

Hempaskan Asa Hidup Yang Terasing Ini___