Selasa, 14 Desember 2010

««©»»

Ak brdiri d ujung snja..
menanti malam bersama kegelapan...
Brlari kecil mencari ujung langit...
tapi hitamnya mlm menutupi pandangan sukma...
tenggelam dlm sunyi..
menanti pagi meraih mentari yg suci...
Sinarnya pun membangunkanku dr tarian mimpi..
hangatnya pun menari-nari melewati denyut nadi yg telah lelah berdiri.,,,
Ooh..duhai Engkau pemilik jiwa...
dgrkanlah tiap denyut yg meronta..
temanilah aku,,,
ku ingin terbang merasakan kehangatan yang kau punya...
Dekaplah ak..
hngga tk 1 pun amarah yg mampu membuncah..
aku yakin...kau adalah penenng jiwa yg ku punya saat ini...
Penyejuk jiwaku yg tlah lama tenggelam dlm sepi..

By:wahyoe sastrayat VS safrina fina

Senin, 06 Desember 2010

cerpen tak bertuan (original versi)

Seorang petapa turun dari gunung penggasingan.Dia mencoba kembali ke kota yang dulu dia besar dan tumbuh menjadi seorang durjana.Dengan membawa tongkat kecil dia mulai melangkahkan kakinya di kota yang sudah 10 tahun dia tingalkan.Dengan penuh ketegaran dia coba menatap lagi kekerasan di dunianya yang dulu.
Pertama kali Petapa itu menatap kosong hamparan kota.Dilihatnya sekumpulan pemuda gagah sedang mabuk dilorong gelap yang mengaku tak berdosa.Dengan sombongnya mereka menengak puluhan botol minuman keras.
Disapalah mereka..
Dengan sombongnya salah satu dari mereka berkata ‘’tuhan tak akan benci kepada kami,kami adalah pemenag,kami kuat,puluhan botol minuman tak ada artinya bagi kami’’.Seorang petapa hanya tersenyum dan beranjak pergi sambil mellirik mereka yang sedang asyik bernyanyi
Di kembali berjalan menelusuri kota usang yang dulu telah ternoda.Berharap ada perubahan yang menakjubkan ke arah yang lebh sampoerna.Dia kembali berjalan menuju satu pertokoan yang tak terpakai.Dilihatnya sepasang wanita muda dan pria setengah baya sedang asyik bercumbu di bawah kuasa malam.Dengan bangganya mereka menunjukan kemaksiatan mereka.
Disapalah mereka..
Dengan bangganya sang wanita itu berkata sambil berjalan masuk ke salah satu toko yg kosong‘’ngerti apa kau lelaki tua,berjalan aja udah membawa tongkat…pulang sajalah kau kerumah..tidurlah sana jangan kelayapan di tempat sepi”.Sang petapa hanya tertunduk malu,,dan tanpa melirik dia pergi menjauh dari mereka
Sang petapa merasa malu melihat perubahan di kotanya.Dia merasa telah merusak dan meningalkannya.Setelah peninggalannya bukan kemajuan yang dia lihat.Tapi kehancuran yang semakin hancur.Di merasa lelah untuk berjalan,matanya yang telah cekung mengajaknya untuk berbaring
2 jam berlalu.Dia terbanngun dalam sejenak kematiannya.Dilihatnya seorang gadis kecil membawakannya sepotong roti.Sang petapa tersenyum,dalam senyumannya dia berkata dalam hati “siapakah gadis kecil ini,dia lugu,dia perlu di asuh,dia butuh kasih sayank seorang ibu dan sebuah cermin seorang bapak.dimanakah orang tuanya..???di tengah gelapnya malam yang dingin seperti ini dia masih berada di jalan…tak ada seorang pun yang menemaninya”
Dalam lamunannya sang petapa di kejutkan dengan suara merdu dari bibir sang gadis “makanlah roti ini dan pergila kembali ke tempat kamu menyepi dan menghindar dari kerasnya kotamu,dan kamu akan tau jawaban dari pertanyaan yang mengumpal dari hatimu”.Sang petapa seakan akan tidak percaya dengan apa yang dia alami.Dan dengan senang hati dya menerima sepotong roti tawaran gadis kecil itu tanpa takut ada racun di dalamnya.Dengan lahapnya sang petapa itu menyantap roti di tanannya.Tanpa disadari gadis kecil itu menghilang bagai di telan bumi.Dalam kebinggungannya sang petapa tersadar.Dia harus kembali ke tempat dia bertapa.
Dalm perjalananya menuju tempat pertapaannya sang petapa selalu bertanya pada hati kecilnya dan memikirkan apa ya terjadi tadi.belum berapa lama dia berjalan dilihatnya sinar terang dari kejauhan.kebinggungan sang petapa semakin bertambah.didekatinya cahaya itu sambil berhayal apa yang ada di depannya.semakin lama dia semakin dekat berada dalam cahaya itu.dia merasakan dia pernah melihatnya ternyata itu adalah sebuah pertokoan yang sudah ia lewati.
Dengan sedikit berlari dia menuju ke tempat itu berharap dia bisa menyelamatkan sepasang lelaki dan perempuan yang sedang asyik bercumbu di bawah malam.belum sampai pada tempat itu dia dikejutkan lagi dengan kehadiran gadis kecil tadi.sang gadis berkata “didalam toko itu ada seorang wanita dan pria yang asyik bercumbu,sang petapa semakin binggung dan berkata pada gadis itu’’kenapa kamu tidak menolongnya’’ sang gadis hanya tersenyum dan berkata ‘’aku tak sangup lagi menolong mereka yang sudah ngak mau keluar dari ruangan yang usang itu.pergilah kembali meneruskan perjalananmu tragedi ini ada yang mengaturnya.seakan akan di hipnotis,sang petapa pun menurut pada gadis kecil itu,dan melanjutkan perjalanannya menuju tempat pertapaannya.
Sang petapa kembali berfikir,apa yang sudah terjadi tadi.belum selesai dalam gellisah otaknya kembali dia dikejutkan dengan kerasnya suara ambulance yang lewat di depannya menuju lorong gelap yang tadi dilewatinya,dia semakin binggung dengan yang terjadi di kotanya.di ikutinya ambulance yang tadi lewat di depannya,ternyata memang menuju lorong yang tadi di lewatinya.dia segera berlari menuju lorong itu dan melihat apa yang sebenarnya telah terjadi.
Sungguh di di kagetkan dengan sesosok tubuh pri kekar yang tadi di sapanya,dengan tak bernafas dia terbujur kaku di sebuah selokan kecil.sang petapa merasa ngak percaya dengan apa yang di alaminya,belum selesai dia berada dalam kebinggungannya,dia melihat sosok gadis kecil tadi yang melihat kejadian itu di kejauhan.tnpa pikir panjang lebar sang petapa menghampirinya dan bertanya “apa yang sebenarnya terjadi di depan mata saya?? seakan-akan di balik kejadian ini kamu mengetahuinya”
Sang gadis hanya tersenyum dan berkata “wanita yang bercumbu dengan pria setengah baya di dalam toko tadi adalah ibu saya,dan yang terbujur kaku dalam selokan itu adalah bapak saya,mereka berdua membuang saya ketika saya berumur 3 bulan di dalam kandungan.berdosakah saya bila saya hanya menatap yang terjadi dalam kematian mereka”
Dengan sangat amat kaget sang petapa menutup matanya dalam beberapa detik.di selinggi hembusan nafas yang dalam di kembali membuka matanya.dia bertambah kaget ketika dia melihat sekitarnya.ruangan gua tempat dia bertapa ada di pelupuk matanya dan tak berubah sedikitpun dari awal dia bertapa

By: wahyoe sastrayat

»©«

Jumat, 19 Februari 2010

CATATAN MASA LALU

Langkahku terhenti saat hati mulai mencair karena rindu…
Tataplah mentari, karena hari ini semuanya harus kita akhiri
Genggamlah jariku, karena mungkin kita tak mungkin kembali ke masa-masa ini…
Peluk tubuhku ini, karena sungguh… aku ingin..
Pertama ku sentuh warnamu, saat hati ini gersang, penuh dengan debu….
Sperti Oase yg bangkitkan hasrat untuk berbagi angan.. kamu hadir bawakan aku Cinta..
Kamu buat aku tertunduk, merenung, dan menatap jauh ke dalam mata indahmu
Sungguh.., aku telah tenggelam dan hanyut dalam lautan cinta terlarang ini..
Saat kututup mataku, terbersit keinginan untuk bawa kamu jauh kedalam kehidupanku
Saat kuyakinkan hati ini bahwa kamu mampu bertahan dengan semua keadaanku saat ini
Selalu ada sesuatu yang memaksa aku berfikir kembali untuk melangkah lebih jauh
Sampai di Titik ini, aku harus menjawab… mengapa hatiku sering bimbang
Jujur.. dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam.. aku katakan…
Aku sayang kamu..Aku cinta Kamu… Aku akan selalu rindu padamu…..
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu
Hingga buatlah kamu benci padaku krna perasaanku ini…
27 september 2009, kita putuskan untuk arungi lautan yg penuh gelombang ini bersama2
Berbekal hati yg terluka, coba abaikan sakitnya, penuh harap, gantungkan angan diangkasa…
Walau hampir basah pipi ini dengan air mata tak percaya…
Getir..Saat kau ucapkan setiap kata yang terbungkus cerita tentang kamu dengan dia…
Tapi sudahlah, aku bisa terima semua itu… dan berharap, tak ada lagi cerita

SENDIRI

Tak akan lagi aku sanggup
Mengepak saya mengitari bumi
Menyibak kabut di pagi
Sungguh aku tak akan sanggup
Walau hanya memandang dunia

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dirangka sayapku yang patah
Melawan badai tadi siang

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dihati yang tersayat oleh rasa
Melawan benci diruang cinta

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dijantung yang tertusuk duri
Hingga aku tiada tersadar lagi
Bahwa aku telah mati


Kupersembahkan puisi ini kepada Dia yang mengajarai aku tentang cinta
Yang mengajari akau tentang kebencian
Yang mengajariku tentang arti hidup

KEHIDUPAN MANJA....

kehidupan manja,kini ku berlabu di dalamnya...
merasakan betapa kecewa hati yg terluka...
menatap kebahagiaan sang cahaya jiwa...
merelakan semua harus terjadi...

sendiri aku disini...
mengucap beribu harap dalam diri...
berjalan melewati kosongnya hari...
tanpa ada belaian manja...
tanpa ada sentuhan mesra...

esok kyak gmana...???
ak g tau..
ak g bs berkhayal tentang hari esok...
aku ingin menatap jauh ke depan...
saat khidupanku tak lagi manja...
saat raga ini tak rapuh lagi akan cinta...

saat ku pejamkan mata sejenak...
ak inget smua kenangan massa lalu yg indah di kala senja...
penuh dgan canda tawa juga kadang linangan air mata...
tapi ku bersyukur atas itu semua...
karna kebahagiaanmu menjadi nyata...
walau aku sungguh terluka...

Kamis, 18 Februari 2010

TRI MEMORY

Ku kembli terjebak dalam keindahan maya...
Satu sosok lama kni teringat kembli...
Ingat akan kesalahanku sama dy yg jauh d seberang lautan...
Negri jiran kini jd istanamu...
Pangeran melayu menjadi perlabuhan terakhrmu...
Ak bhagia mendgar kbar itu...
Tp ku menyesal karna ku blum meminta maavku untkmu...
Lwat blog ini mungkin kau akan tau bhwa ak yg d sni telah bhagia...
Menunggu satu kehdupan manja yg sepert dulu...
Saat smua msh berjalan sepert mimpi semu...
Bsok smua mimpi akan menjadi nyata...
20210...akan jd hari yg tak bs ku lupa...
Hari itu adalah hari bhagia orang ke-3...
Berlabuhnya hati kosong yg sempat terisi cinta kehidupan manja...
Ku ingn smua bs terima keadaan yg sungguh-sungguh tak d harapkan...

Rabu, 17 Februari 2010

Luka hati

Aku disini terdiam
Tersentak tanpa kata
Seakan dunia gelap oleh kabut
Seolah cahaya hilang di telannya

Ku mencintai bukan membenci
Ketika ku coba untuk memahami
Arti cinta sebnarnya
Tapi kenapa hanya luka yang ku dapat

Kini ku coba untuk merajut kembali sehelai demi sehelai
Ketika rajutan itu akan utuh kau hancurkan dengan
Dengan sebuah silet tajam
Kau sayat seolah kau tak mempuyai rasa

Aku hanya bisa terdiam melihatnya
Seakan pasrah dengan semua
Karma ku mencintai
Buka ,aku yang di cintai

Semoga kau bahagia
Dengan luka ku ini
Semoga kau tenang
Dengan pederitaan hati

Sesungguhnya tuhan melihat
Mendengar
Dan mersakan
Apa yg kurasa
Dia tak diam
Tapi dia selalu mendengar do’a ku

Suatu saat kau akan tau
Arti cinta sebenar nya..

Sabtu, 13 Februari 2010

KEHIDUPAN KELAM

sedih...
ketika ku harus menatap kehidupan di sekitarku...
tak ada keahagiaan...
hanya tetes air mata yg ku lihat...

kenapa semua orang menaggis...????
aku gak tau kenapa semua orang bicara tentang kehidupan ku..
aku juga ga tau kenapa semua orang menangis saat tau kisahku..
sementara aku coba untuk menerima kenyataan yg ada...
pa orang2 g suka kalo aku nerima kenyataan ini...
apa aku harus kembali berjuang untuk meraih kembali mimpiku...
walau bentar lg semuanya berubah seperti yg dulu aku bayngkan...
kekecewaan yg terus berlarut menjadi sakit hati...
aku gak mau semua itu terjadi...
aku ingin semuanya seperti dulu...
sebelum semuanya berjalan sepeti ini...

Minggu, 07 Februari 2010

SATU AWAL DARI PELAMPIASAN


ini blog gak tau aku buat untuk apa.
aku hanya ingin ada satu kemajuan dalam diriku
coba dibayangkan...
masak maen game kalah terus
kerja di suruh lembur terus
gajian ga awet jadinya ngutang terus
aplagi cinta...
semua orang pada tau kalo aku lagi kalah total..

tapi dari semua itu aku bisa mengambil satu hikmah kalo aku harus lebih banyak belajar dan berdo'a
sekarang aku gak mau nyerah.....
tetepdengerin kata hati...
liat video dan dengerin yg bisa buat hatiku tenang
pokoknya maknyyuz..